Tampilkan postingan dengan label FAKTA DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAKTA DUNIA. Tampilkan semua postingan

10 Misteri Otak Manusia yang Belum Terpecahkan


(c) Caras Ionut
Ada begitu banyak hal di dunia ini  yang masih menimbulkan banyak tanda tanya. Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.
Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.
  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
1. Kesadaran
Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.
2. Hidup Membeku
Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.
Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. Jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan, namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.
3. Misteri Kematian
Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedua, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.
4. Alam vsAsuhan
Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan? Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.
5. Pemicu Otak
Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.
John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.
6. Daya Ingat
Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.
7. jam Biologis
Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?
8. Perasaan Dihantui
Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.
9. Tidur
Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.
10. Mimpi
Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.
»»  READMORE...

Toleransi di Darah Indonesia


Perbedaan adalah hal yang sering terjadi di sebuah negara yang memiliki keberagaman karakter, budaya, agama, dan lain sebagainya. Banyak hal negatif yang sering terjadi karena kurangnya rasa persatuan dari tiap individu.   

Diskriminasi juga sering terjadi di negara Indonesia, terutama pada kaum minoritas. Seringkali kita melihat banyaknya pandangan sinis dan tindakan yang beda terhadap kaum minoritas. Sebenarnya hal sepele yang menyebabkan tindakan ini terjadi, yaitu tidak adanya toleransi yang membentengi kehidupan tiap individu.

Diskriminasi semakin lama akan berkembang menjadi sentimen primordial. Sentimen primordial adalah suatu tindakan yang terlalu mengedepankan kesamaan bukan persatuan. Dalam hal ini, tiap individu selalu memilih atau memberi ruang khusus pada orang yang mempunyai kesamaan agama, budaya, ras atau setempat tinggal dengannya.

        Hal ini sering ditemui pada pemilihan calon pejabat daerah. Misalnya terdapat calon yang berasal dari kota A sehingga masyarakat kota A banyak yang memilih calon tersebut tanpa melihat kualitas dari kader tesebut. Mereka banyak berharap pada kader tersebut agar lebih mengedepankan pembangunan di kota tersebut.
        Rasa satu kesamaan memang penting, namun kualitaslah yang lebih penting dari semua itu. Suatu daerah akan lebih sulit bila dipegang para kader yang dipilih secara sentimen primordial. Bila warga Indonesia lebih mengedepankan kualitas, pastinya pembangunan Indonesian akan lebih maju sehingga predikat negara maju akan semakin dekat untuk diraih.

Untuk mengatasi tindakan anti-persatuan tersebut, kita bisa meminimalisirnya dengan membangun toleransi pada tiap individu di negara tersebut. Dengan meminimalisir tindakan tersebut, lama-kelamaan pasti tindakan negatif tersebut juga akan hilang.
Toleransi adalah sifat yang harus dilakukan di negara prulal ini, yaitu Indonesia. Dengan menjunjung rasa toleransi, segala bentuk upaya adu domba bisa dengan mudah diatasi.
Rasa saling menghargai juga sangat penting dilakukan untuk mencegah adanya diskriminasi. Kerukunan umat beragama, berbudaya, dan sebagainya merupakan anugerah terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia. Kita tidak boleh semena-mena menanggapi hal tersebut, dengan rasa menghargai pastinya akan timbul rasa hormat pada tiap perbedaan.
Lalu, toleransi apa saja yang bisa kita terapkan pada kehidupan??
-      Toleransi Beragama
Toleransi dalam beragama adalah hal yang wajib dan perlu dilakukan karena pada akhir-akhir ini. Indonesia sedang maraknya kejadian pelecehan agama. Mulai dari pemblokiran tempat ibadat sampai isu tentang pembunuhan umat beragama pun semakin memancing emosi tiap individu.
Dialog dengan agama dan budaya mana saja adalah salah satu bentuk toleransi. Dengan adanya kegiatan tersebut, “dialog pengamalam iman lintas agama bisa sangat memperkaya. Sebab ciri kehidupan bersama sehari-hari dalam masyarakat majemuk yang paling umum dan mendasar adalah ciri dialogis. Dalam kehidupan sehari-hari, aneka pengalaman yang menyusahkan dan menggembirakan dialami bersama-sama. Setiap orang dengan pengalaman hidupnya yang khas senantiasa tergerak untuk membagikan pengalamannya, saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.”
Selain itu, kerja sama atau dialog karya bisa menjadi upaya bertoleransi selanjutnya. Dalam hal ini, dibutuhkan kerja sama yang intens dan lebih mendalam dengan para pengikut agama-agama atau budaya lain agar sasaran yang diraih menjadi tegas dan jelas, yaitu toleransi yang akan membangun karakter manusia dan persamaan martabat sesama manusia. Kerja sama ini sering dilakukan oleh organisasi besar dala  menghadapi masalah anti-pluralisme ini. Salah satu acara yang dilakukan adalah mempromosikan perdamaian nasional. Dengan adanya toleransi yang didukung oleh semua warga dunia, pastinya akan terjadi kerukunan beragama.
Berpartisipasi secara aktif dan bekerja sama dengan siapa saja dalam membangun masyarakat yang adil, damai dan sejahtera juga bisa menjadi salah satu opsi penting dalam menjalin toleransi pada sesama.
Menjaga tempat ibadah pun merupakan kewajiban seluruh pemeluk agama. Walaupun kita berbeda agama, seharusnya bukan malah merusak tempat ibadah agama lain, melainkan harus saling menjaga dan selalu berkomunikasi secara kondusif antar pemeluk agama.
Menghormati tradisi agama atau budaya lain juga harus berlandaskan rasa toleransi. Misalnya pemeluk agama Islam sedang menjalani ibadah puasa. Sebagai rasa hormat, kita juga harus menjaga toleransi tersebut dengan tidak makan di depan mereka ataupun kita juga ikut berpuasa demi adanya satu rasa yang terjalin dengan baik. Selain itu kita juga bisa menerapkannya pada kegiatan saing membantu tiap pemeluk agama. Misalnya bila perayaan sholat ied, kendaraan sangat padat, kita bisa meminta tolong umat non-islam untuk mengatur kendaraan tersebut. Sebaliknya, ketika umat kristen-katolik mengadakan acara natal, umat islam juga harus membantu ketertiban kendaraan tersebut. Pasti Indonesia akan sangat nyaman sekali dalam kebebasan beragama.
Menjaga sopan santun bila berkunjung ke rumah teman yang berbeda agama juga perlu dilakukan. Kita tidak boleh seenaknya dalam berkunjung, karena merupakan hal yang sakral bagi pemeluk agama lain.
Perhatian kepada kaum minoritas adalah hal terpenting yang menjadi pokok permasalahan. Selama ini Indonesia menjunjung tinggi rasa Bhinneka Tunggal Ika, namun pada penerapannya Indonesia belum melakukan hal tersebut. Dalam kehidupan, banyak sekali upaya untuk menyingkirkan kaum minoritas karena dianggap hanya sebagai pelengkap bahkan sebagai sumber masalah. Seharusnya, bila kita bisa melihat dari kata perbedaan itu sendiri, kita bisa membawa negara ini menjadi negara maju diatas banyak perbedaan.
Dengan bertoleransi kita bisa menjadikan Indonesia dambaan umat beragama sedunia karena adanya kerukunan beragama. Pluralisme harus dijadikan sebagai keunggulan dari negara ini, bukan malah menjadi suatu permasalahan yang bisa menjadikan perpecahan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sosialisasi tentang toleransi sangat perlu dipertimbangkan. Bahkan seharusnya sosialisasi ini harus disampaikan pada anak-anak sejak dini. Sehingga nantinya mereka bisa tahan terhadap adu domba yang akan meretakkan hubungan dengan sesama. Toleransi juga akan menghapuskan rasa emosi akibat terprovokasi oleh pada individu yang tak bertanggung jawab.
-      Toleransi Berbudaya
Tak perlu dipungkiri lagi bahwa Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang membuat ketertarikan dari bangsa lain. Banyaknya budaya tersebut kadang membuat bangsa lain iri sehingga ingin merebut budaya Indonesia dari negeri ini. Dengan adanya toleransi antar budaya, pastinya bangsa Indonesia akan lebih kaya dalam berbudaya sehingga tak ada budaya yang terancam punah karena diambil bangsa lain apalagi terancam punah.
Bila kita sadari, seringkali kita mendengar bahwa tiap suku dan ras di Indonesia selalu berperang dan saling menyerang daerah lainnya. Sekali lagi, mudahnya diadu domba dan pengetahuan yang kurang menjadi alasan utama. Padahal, bila kita punya rasa toleransi kita bisa mengembangkan perbedaan tersebut menjadi suatu ciri khas dan dapat menarik wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia.
 Sebenarnya, ada banyak sekali manfaat dari toleransi itu sendiri. Diantaranya :
-      Mempererat persatuan dan kesatuan
Dengan toleransi yang dilakukan individu, seperti pada hal persatuan antar pemeluk agama akan menghasilkan suasana yang cocok sehingga Indonesia tidak akan terjadi perpecahan sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar sebagai harga mati.
-      Mengurangi resiko terjadinya konflik
Toleransi juga berperan mengurangi terjadinya konflik yang berkepanjangan. Dengan adanya kegiatan asimilasi budaya, tiap-tiap daerah pasti akan canggung untuk bermusuhan atau konflik dengan daerah lainnya. Pertemuan budaya satu dengan budaya yang lainnya di Indonesia juga akan melahirkan banyak budaya baru yang akan menambah kekayaan budaya dari Negeri Merah Putih ini.
-      Adanya kerukunan Agama
Adanya toleransi juga mendukung kerukunan agama. Setiap pemeluk agama pasti akan saling menghormati dan mengasihi. Seperti pembangunan tempat ibadah, bukanlah menjadi suatu permasalahan lagi yang harus ditentang. Negara ini adalah negara yang seluruhnya mempunyai agama, jadi tempat ibadah juga harus ditambah agar masyarakat Indonesia semakin percaya akan keyakinannya masing-masing.
-      Menerima hak dan kewajiban yang sama sebagai umat beragama
Di depan hukum tidak ada perbedaan agama, seperti pada UUD 1945 bahwa semua warga negara mendapat hak dan kewajiban yang sama di depan hukum. Hal ini juga menunjukkan bahwa UUD 1945 sangat mendukung adanya toleransi dan persatuan. Dengan demikian, hidup bermasyarakat akan lebih tentram dan nyaman.
Di Indonesia saat ini sudah banyak lembaga yang mengadakan sosialisasi tentang kehidupan toleransi, diantaranya BAKESBANGPOL LINMAS (Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat) yang beberapa waktu lalu saya ikuti. Dalam kegiatan ini, tiap sekolah mengirimkan 3 wakilnya yang berbeda suku, agama, maupun ras. Sehingga pada acara ini mereka dapat berbaur satu sama lain untuk saling mengasak sifat toleransi dalam diri mereka.

SSV atau Serikat Sosial Vinsensius juga sering mengadakan acara yang mengutamakan sifat toleransi. Beberapa waktu lalu, saya mengikuti acara ini untuk mewakili kabupaten Magetan di kancah nasional. Mulai dari sabang sampai merauke mengeluarkan wakilnya dalam pertemuan ini. Jadi, dalam acara ini sangat banyak budaya, agama, ras, yang berbeda-beda sehingga dituntut rasa saling menghormati dan bertoleransi antar perbedaan.



Toleransi adalah satu pokok yang harus dilakukan. Dengan bertoleransi, kita akan bisa membangun Indonesia yang jauh lebih baik.
Demikian esai saya ini, semoga kelak berguna bagi teman-teman sehingga bisa menjadikan Indonesia sebagai negara panutan dunia dalam hal toleransi. Bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf, jika ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih.
Sumber: http://www.faktakita.com
»»  READMORE...

Citizen Jurnalism, Buat Indonesia Maju..


Nah, dalam postingan saya kali ini saya akan membahas tentang kegiatan ataupun pekerjaan yang sedang marak-maraknya nih. Yap, apalagi kalau bukan Jurnalisme Warga atau Citizen Jurnalism. Mau tau ceritanya? So, check this out yaa..
  Citizen Jurnalism atau jurnalis warga adalah suatu pekerjaan ataupun kegiatan yang merupakan tindakan pemberitaan. Kegiatan ini melibatkan warga sebagai reporter ataupun sebagai jurnalis pada umumnya. Sudah banyak sekali stasiun televisi yang melibatkan warga dalam kegiatan pemberitaan. Banyak pula antusias dari warga karena mereka juga senang di dunia hiburan dan pemberitaan. Jurnalis warga ini juga menandakan tentang partisipasi aktif anggota masyarakat dalam pengumpulan berita.
Dalam Online Journalism Review Article, menurut J.D Lasica, 
Citizen Journalism memiliki beberapa tipe, yaitu :
- Audience Participation atau Partisipasi dari masyarakat seperti komentar dalam berita, Blog pribadi, photo atau video yang diambil dari kamera pribadi atau berita lokal yang ditulis oleh masyarakat sebuah komunitas.
- Berita independent dan informasi website, contohnya laporan konsumen
- Situs Full fledge participatory, contohnya masyarakat yang termasuk dalam situs Ohmynews
- Situs kolaborasi dan kontribusi media, contohnya orang-orang yang termasuk dalam Slashdot, Kuro5hin
masyarakat yang memiliki mailing lists atau email newsletters
- Situs broadcasting pribadi seperti Youtube atau KenRadio.
Lalu bagaimana untuk menjadi seorang citizen jurnalism itu?
Jawabnya, mudah sekali. Karena banyaknya stasiun televisi yang mencari jurnalis warga tersebut pada akhirnya banyak even yang diadakan. Jadi pastinya banyak tema dan topik yang ditentukan oleh stasiun televisi tersebut. Untuk merekam ataupun mengambil suatu laporan biasanya kita harus memakai alat kita sendiri. Handphone, handycam ataupun kamera biasanya juga bisa menjadi alat dasar dalam pengambilan laporan seorang reporter.
Dalam pengerjaan itu pula kita bisa meminta bantuan kepada orang lain sebagai perekam ataupun mediator dalam pengambilan informasi tersebut. Berikut ada beberapa tips yang saya berikan untuk kalian yang tertarik menjadi seorang citizen jurnalism.
- Pilih setting yang menarik
Untuk masalah tempat dan setting tempat juga bisa berpengaruh dengan laporan seorang citizen jurnalism. Mengapa? Dengan setting dan tempat yang menarik pastinya para penonton merasa tertarik untuk melihat laporan berita yang sudah kita buat. Pencahayaan pun juga harus diperhatikan. Penonton juga akan bosan kalau seorang reporter yang melaporkan saja wajahnya tidak kelihatan apalagi dengan suara yang tidak maksimal. Maka dari itu, semua komponen ini harus diperhatikan dan diterapkan secara benar dan tepat.
- Latih Kemampuan Berbahasa Anda
Kemampuan berbahasa juga harus diperhatikan dalam hal ini. Banyak jurnalis warga yang tidak lolos tayang karena menggunakan bahasa yang kurang tepat ataupun terlalu gugup sehingga laporan yang disampaikan terbata-bata. Maka dari itu, sebelum tampil sebagai reporter warga kita harus mengasah itu semua. Siapa tahu saja dengan hasil belajar berbahasa kita tersebut, bisa mengundang decak kagum para penonton bahkan bisa direkrut di stasiun televisi yang ternama.
- Jangan Minder
Sebagai jurnalis warga, tidak usahlah kita pesimis dan berpikir apakah berita yang kita ambil layak untuk ditayangkan. Banyak berita dan hal-hal penting lainnya yang belum terungkap di media. Maka dari itu sebagai citizen jurnalism mempunyai banyak tantangan untuk mengungkap semua itu. Pastinya dengan terbongkarnya semua hal yang ada dan secara bebas akan membuat Indonesia semakin maju dan selalu aman tanpa adanya sesuatu yang ditutup-tutupi kepada rakyat. Ekspor informasi tersebut juga bisa ditampilkan tanpa adanya sensor selama informasi tersebut benar dan tepat. Jadi terlihat jelas, seorang jurnalis warga bisa sangat berpengaruh terhadap perkembangan informasi di negaranya.
- Cari Topik Yang Menarik
Topik yang menarik adalah kunci sukses seorang jurnalisme warga. Mengapa? Dengan topik yang menarik inilah penonton bisa mengapresiasi semua pokok dari usaha kita. Percuma saja bila semua peralatan yang kita gunakan bagus namun topik yang kita angkat tidak menarik.
Maka dari itu, kita harus pintar-pintar dalam mencari topik tersebut. Sebagai contoh, kita bisa mengungkap kebiasaan korupsi para pemerintah, atau juga bisa tentang alternatif wisata ketika liburan telah tiba. Itu pastinya cukup menarik minat para penonton.
  Lepas dari itu semua, jurnalis warga bisa membantu Indonesia dalam memperkenalkan seluk beluknya. Kita bisa membahas atau mengambil topik tentang kebudayaan Indonesia ataupun tempat wisata. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan promosi Indonesia dalam menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Memang kebanyakan jurnalis warga tidak mendapatkan bayaran atau upah, namun kepuasan tentang berita kita yang dimuat sudah menjadikan diri kita senang dan bangga atas hasil kerja keras kita sendiri.
Lalu apakah pengaruh adanya jurnalis warga di negeri ini?
  Seorang jurnalis warga, pastinya akan berbeda dengan yang lainnya. Kemampuan bertata bahasanya akan selalu diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Tingkah laku yang sopan pun pastinya juga terlijat dalam pribadinya. Kreatifitas juga semakin diruncingkan. Mengapa bisa? Yap, berpikir tentang topik dan pembahasan membuat seorang jurnalis warga mencari hal-hal yangh menarik supaya penonton mau dan tertarik melihat laporan khusus kita.
  Dengan adanya kreatifitas itu pula, seorang warga negara bisa kembali bersaing di era global yang keras ini. Persaingan tersebut akan lebih mudah dan berinovasi sehingga nantinya membawa Indonesia menjadi lebih maju dari sebelumnya dan lebih bermoral dan pastinya beretika di kehidupannya kelak.
  Dari semua itu, seorang citizen jurnalism juga memiliki sebuah kode etik yang tidak boleh dilanggar. Yap, sebelum menjadi seorang jurnalis kita juga harus memahami tentang peraturan yang harus kita taati. Berikut ini sebagian besar dari peraturan tersebut :
- Tidak boleh menyebarkan hoax
Kebohongan publik hanya akan merepotkan diri kita sendiri. Bahkan dengan adanya beberapa lembaga yang memegang kejurnalistikan dengan memerhatikan kode etik inilah yang bisa menghentikan laju karir kita. Maka dari itu jangan pernah sekali-sekali mencoba menyebarkan kebohongan publik. Karena suatu kebohongan hanya akan menyebabkan kebohongan lainnya. Hukuman dan denda pun juga siap menunggu bila kita melanggar kode etik yang satu ini.
- Jangan merusak nama baik
Nama baik sangatlah susah untuk didapatkan dan dipertahankan. Sebagai jurnalis, kita harus mampu mencari bukti terlebih dahulu kemudian baru memberitakannya. Akan susah bagi kita bila terlanjur merusak nama baik seseorang. Maka dari itu, perhatikanlah sekali lagi supaya kita selalu aman dalam memberitakan informasi.
  Maka dari itu, tidak ada salahnya kita mencoba menjadi citizen jurnalism kok teman-teman. Siapa tau kita bisa direkrut oleh stasiun televisi dan mendapatkan hasil dari keringat kita. Selain itu kita juga bisa memperbaiki pribadi kita dengan adanya inovasi dan kreatifitas yang timbul. Nah, SEMANGAT !!!
  Demikian artikel saya kali ini, bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf. Dan bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih.
Sumber :  http://www.faktakita.com
»»  READMORE...

9 Ular Terbesar di Dunia


Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Akan tetapi untuk kasus-kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) perbedaan ini menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan pegangan.

Berikut adalah 10 Ular Terbesar di Dunia:

1. Anaconda Hijau hidup di sungai-sungai Hutan Amazon



2. Ular Naga Kalbar



3. Ular Titanoboa fosilnya ditemukan di Kolombia



4. Koleksi ular terbesar dunia di Sao Paolo, Brasil. Karena terjadi kebakaran, hanya beberapa yang tersisa



5. RETICULATED PHYTON Panjang mencapai 10 meter, tersebar di Asia tenggara, dari Vietnam hinggga Indonesia



6. Ular makan kambing, di Amazon



7. ular makan Rusa (Phyton)



8. Ular Makan manusia (asli ato palsu yah???)



9. Ular makan Kanguru




»»  READMORE...

Daftar Orang Terkaya di Dunia







| Tak dapat disangkal, banyak orang selalu terpesona oleh kehidupan kepribadian kaya dan selalu tertarik tentang mengetahui bagaimana mereka telah benar-benar berhasil. Selama lebih dari dua puluh enam tahun sekarang, Forbes, majalah bisnis terkenal, telah mengikuti kehidupan para tokoh terkenal di dunia kaya. Pada 2012, Carlos Slim Helu lagi-lagi dianggap sebagai orang terkaya di dunia setelah kalah dari Bill Gates pada tahun 2010, salah satu pendiri Microsoft, dengan perbedaan sebesar $500 juta. Setelah Bill Gates, Warren Buffett, pemilik Berkshire Hathaway masuk ke dalam daftar. Kekayaan mereka sebenarnya didasarkan pada keuntungan perusahaan mereka, dan kekayaan bersih dan saham di pasar.


Berikut adalah daftar orang terkaya di dunia pada 2012 :

1. Carlos Slim Helú

Carlos Slim Helú
Diperkirakan kekayaan mencapai : $69 Miliar Dollar, pada Maret 2012
Sumber dari : Perusahaan Telecom
Umur : 72 Tahun
Negara : Meksiko
2. Bill Gates
Bill Gates
Diperkirakan kekayaan mencapai : $66 Miliar, pada September 2012
Sumber kekayaan : Microsoft, self-made
Umur: 56 Tahun
Kewarganegaraan : US


3. Warren Buffett

Warren Buffett

Diperkirakan kekayaan mencapai : $46 Miliar, pada September 2012
Sumber kekayaan : Berkshire Hathaway, self-made
Umur: 82 Tahun
Kewarganegaraan : US


4. Larry Ellison

Larry Ellison

Diperkirakan kekayaan mencapai : $41 Miliar, pada September 2012
Sumber kekayaan : Oracle, self-made
Umur: 68 Tahun
Kewarganegaraan : US

4. Bernard Arnault

Bernard Arnault

Diperkirakan kekayaan mencapai : $41 Miliar, ada Maret 2012
Sumber kekayaan : LVMH, warisan dan berkembang
Umur: 63 Tahun
Kewarganegaraan : France


5. Amancio Ortega

Amancio Ortega

Diperkirakan kekayaan mencapai : $375 Miliar, pada Maret 2012
Sumber kekayaan : Zara, self-made
Umur : 75 Tahun
Kewarganegaraan : Spanyol


6.  Charles Koch

Charles Koch

Diperkirakan kekayaan mencapai : $31 Miliar, pada September 2012
Sumber kekayaan :  Diversified, warisan dan berkembang
Umur : 76 Tahun
Kewarganegaraan : Amerika Serikat


7.  David Koch

David Koch


Diperkirakan kekayaan mencapai : $31 Miliar, pada September 2012
Sumber kekayaan :  Diversified, warisan dan berkembang
Umur : 71 Tahun
Kewarganegaraan : Amerika Serikat


8. Eike Batista

Eike Batista

Diperkirakan kekayaan mencapai : $30 Miliar, pada Maret 2012
Sumber kekayaan :  Pertambangan, Minyak, self-made
Umur : 55 Tahun
Kewarganegaraan : Brazil


9. Christy Walton & keluarga

Christy Walton

Diperkirakan kekayaan mencapai : $27.9 Miliar, pada September 2012
Sumber : Walmart, warisan
Umur : 57 Tahun
Kewarganegaraan : US


10. Jim Walton

Jim Walton
Diperkirakan kekayaan mencapai : $26.8 Miliar, pada September 2012
Sumber Kekayaan : Walmart, warisan
Umur : 64 Tahun
Kewarganegaraan : Amerika Serikat


Terima kasih, semoga bermanfaat.
Sumber Artikel : http://www.forbes.com/wealth/billionaires
»»  READMORE...

Top 25 Binatang Teraneh Di Dunia versi 2


Leafy seadragon


Named after the dragons of Chinese mythology, Leafy seadragons (Phycodurus eques) resemble a piece of drifting seaweed as they float in the seaweed-filled water. The Leafy seadragon, with green, orange and gold hues along its body, is covered with leaf-like appendages, making it remarkably camouflaged. Only the fluttering of tiny fins or the moving of an independently swiveling eye, reveals its presence.
Like the seahorse, the male seadragon carries as many as 150-200 eggs. After being deposited by the female, the eggs are carried in the honeycomb-shaped area (known as the brood patch) under the male's tail for approximately eight weeks. Seadragons have no teeth or stomach and feed exclusively on mysidopsis shrimp. Known as "Australian seahorses" in Australia, they are found in calm, cold water that is approximately 50-54° F (10-12° C). Leafy seadragons have been protected by the South Australian government since 1982.

Sun Bear


The Sun Bear (Helarctos malayanus) is a bear found primarily in the tropical rainforests of Southeast Asia.
The Sun Bear stands approximately 4 ft (1.2 m) in length, making it the smallest member in the bear family. It is often called the dog bear because of its small stature. It has a 2 in (5 cm) tail and on average weighs less than 145 lb (65 kg). Males tend to be slightly larger than females.
Unlike other bears, the Sun Bear's fur is short and sleek. This adaptation is probably due to the lowland climates it inhabits. Dark black or brown-black fur covers its body, except on the chest where there is a pale orange-yellow marking in the shape of a horseshoe. Similar colored fur can be found around the muzzle and the eyes. This distinct marking gives the sun bear its name.

Komondor Dog


Females are 27 inches (69cm) at the withers. Male Komondorok are a minimum of 28 inches at the withers, but many are over 30 inches tall, making this one of the larger common breeds of dog. The body is not overly coarse or heavy, however, and people unfamiliar with the breed are often surprised by how quick and agile the dogs are.
Its long, thick, strikingly corded white coat (the heaviest amount of fur in the canine world) resembles dreadlocks or a mop. The puppy coat is soft and fluffy. However, the coat is wavy and tends to curl as the puppy matures. A fully mature coat is formed naturally from the soft undercoat and the coarser outer coat combining to form tassels, or cords. Some help is needed in separating the cords so the dog does not turn into one large matted mess. The length of the cords increases with time as the coat grows. Shedding is very minimal with this breed, contrary to what one might think (once cords are fully formed). The only substantial shedding occurs as a puppy before the dreadlocks fully form. The Komondor is born with only a white coat, unlike the similar-looking Puli, which is usually white, black or sometimes grayish. However, a working Komondor's coat may be discolored by the elements, and may appear off-white if not washed regularly.

Angora Rabbit


The Angora rabbit is a variety of domestic rabbit bred for its long, soft hair. The Angora is one of the oldest types of domestic rabbit, originating in Ankara, Turkey, along with the Angora cat and Angora goat. The rabbits were popular pets with French royalty in the mid 1700s, and spread to other parts of Europe by the end of the century. They first appeared in the United States in the early 1900s. They are bred largely for their long wool, which may be removed by shearing or plucking (gently pulling loose wool).
There are many individual breeds of Angora rabbits, four of which are ARBA recognized. Such breeds include, French, German, Giant, English, Satin, Chinese, Swiss, Finnish, to name a few.

Red Panda


The Red Panda, Ailurus fulgens ("shining cat," from a Latinized form of the Greek, ailouros, "cat," and the participial form of the Latin fulgere, "to shine") is a mostly herbivorous mammal, slightly larger than a domestic cat (55 cm long). The Red Panda has semi-retractile claws and, like the Giant Panda, has a "false thumb" which is really an extension of the wrist bone. Thick fur on the soles of the feet offers protection from cold and hides scent glands. The Red Panda is native to the Himalayas in Nepal and southern China. The word panda is derived from Nepalese word "ponya" which means bamboo and plants eating animals in Nepal.

Sloth


Sloths are medium-sized mammals that live in Central and South America belonging to the families Megalonychidae and Bradypodidae, part of the order Pilosa. Most scientists call these two families the Folivora suborder, while some call it Phyllophaga.
Sloths are omnivores. They may eat insects, small lizards and carrion, but their diet consists mostly of buds, tender shoots, and leaves.
Sloths have made extraordinary adaptations to an arboreal browsing lifestyle. Leaves, their main food source, provide very little energy or nutrition and do not digest easily: sloths have very large, specialized, slow-acting stomachs with multiple compartments in which symbiotic bacteria break down the tough leaves.
As much as two-thirds of a well-fed sloth's body-weight consists of the contents of its stomach, and the digestive process can take as long as a month or more to complete. Even so, leaves provide little energy, and sloths deal with this by a range of economy measures: they have very low metabolic rates (less than half of that expected for a creature of their size), and maintain low body temperatures when active (30 to 34 degrees Celsius or 86 to 93 degrees Fahrenheit), and still lower temperatures when resting. Sloths mainly live in Cecropia trees.

Emperor Tamarin



The Emperor Tamarin (Saguinus imperator) is a tamarin allegedly named for its similarity with the German emperor Wilhelm II. The name was first intended as a joke, but has become the official scientific name.
This tamarin lives in the southwest Amazon Basin, in east Peru, north Bolivia and in the west Brazilian states of Acre and Amazonas.
The fur of the Emperor Tamarin is predominantly grey colored, with yellowish speckles on its chest. The hands and feet are black and the tail is brown. Outstanding is its long, white mustache, which extends to both sides beyond the shoulders. The animal reaches a length of 24 to 26 cm, plus a 35 cm long tail. It weighs approximately 300 to 400 g.
This primate inhabits tropical rain forests, living deep in the forest and also in open tree-covered areas. It is a diurnal animal, spending the majority of its days in the trees with quick, safe movements and broad jumps among the limbs.

White-faced Saki Monkey

The White-faced Saki (Pithecia pithecia), also known as the Guianan Saki and the Golden-faced Saki, is a species of saki monkey, a type of New World monkey, found in Brazil, French Guiana, Guyana, Suriname, and Venezuela. This monkey mostly feed on fruits, but also nuts, seeds, and insects.

Tapir


Tapirs are large browsing mammals, roughly pig-like in shape, with short, prehensile snouts. They inhabit jungle and forest regions of South America, Central America, and Southeast Asia. All four species of tapir are classified as endangered or vulnerable. Their closest relatives are the other odd-toed ungulates, horses and rhinoceroses.

Hagfish


Hagfish are marine craniates of the class Myxini, also known as Hyperotreti. Despite their name, there is some debate about whether they are strictly fish (as there is for lampreys), since they belong to a much more primitive lineage than any other group that is commonly defined fish (Chondrichthyes and Osteichthyes). Their unusual feeding habits and slime-producing capabilities have led members of the scientific and popular media to dub the hagfish as the most "disgusting" of all sea creatures.
Hagfish are long, vermiform and can exude copious quantities of a sticky slime or mucus (from which the typical species Myxine glutinosa was named). When captured and held by the tail, they escape by secreting the fibrous slime, which turns into a thick and sticky gel when combined with water, and then cleaning off by tying themselves in an overhand knot which works its way from the head to the tail of the animal, scraping off the slime as it goes. Some authorities conjecture that this singular behavior may assist them in extricating themselves from the jaws of predatory fish. However, the "sliming" also seems to act as a distraction to predators, and free-swimming hagfish are seen to "slime" when agitated and will later clear the mucus off by way of the same travelling-knot behavior.

Star-nosed Mole


The Star-nosed Mole (Condylura cristata) is a small North American mole found in eastern Canada and the north-eastern United States. It is the only member of the tribe Condylurini and the genus Condylura.
It lives in wet lowland areas and eats small invertebrates, aquatic insects, worms and molluscs. It is a good swimmer and can forage along the bottoms of streams and ponds. Like other moles, this animal digs shallow surface tunnels for foraging; often, these tunnels exit underwater. It is active day and night and remains active in winter, when it has been observed tunnelling through the snow and swimming in ice-covered streams. Little is known about the social behavior of the species, but it is suspected that it is colonial.
The Star-nosed Mole is covered in thick blackish brown water-repellent fur and has large scaled feet and a long thick tail, which appears to function as a fat storage reserve for the spring breeding season. Adults are 15 to 20 cm in length, weigh about 55 g, and have 44 teeth. The mole's most distinctive feature is a circle of 22 mobile, pink, fleshy tentacles at the end of the snout. These are used to identify food by touch, such as worms, insects and crustaceans.

Proboscis Monkey


Nasalis larvatus also known as Long-nosed Monkey is a reddish-brown arboreal Old World monkey. It is the only species in monotypic genus Nasalis.
The most distinctive trait of this monkey is the male's large protruding nose. The purpose of the large nose is unclear, but it has been suggested that it is a result of sexual selection. The female Proboscis Monkey prefers big-nosed male, thus propagating the trait.
Males are much larger than females, reaching 72 cm (28 inches) in length, with an up to 75 cm tail, and weighing up to 24 kg (53 pounds). Females are up to 60 cm long, weighing up to 12 kg (26 lb).
The Proboscis Monkey also has a large belly, as a result of its diet. Its digestive system is divided into several parts, with distinctive gut flora, which help in digesting leaves. This digestive process releases a lot of gas, resulting in the monkey's "bloated" bellies. A side-effect of this unique digestive system is that it is unable to digest ripe fruit, unlike most other simians. The diet consists mainly of fruits, seeds and leaves.

Pink Fairy Armadillo


The Pink Fairy Armadillo (Chlamyphorus truncatus) or Pichiciego is the smallest species of armadillo (mammals of the family Dasypodidae, mostly known for having a bony armor shell). It is approximately 90-115 mm (3?-4?") long excluding the tail, and is pale rose or pink in color. It is found in central Argentina where it inhabits dry grasslands and sandy plains with thorn bushes and cacti. It has the ability to bury itself completely in a matter of seconds if frightened.
The Pink Fairy Armadillo burrows small holes near ant colonies in dry dirt. It feeds mainly on ants and ant larvae near its burrow. Occasionally it feeds on worms, snails, insects and larvae, or various plant and root material.

Axolotl


The Axolotl (or ajolote) (Ambystoma mexicanum) is the best-known of the Mexican neotenic mole salamanders belonging to the Tiger Salamander complex. Larvae of this species fail to undergo metamorphosis, so the adults remain aquatic and gilled. The species originates from the lake underlying Mexico City. Axolotls are used extensively in scientific research due to their ability to regenerate most body parts, ease of breeding, and large embryos. They are commonly kept as pets in the United States, Great Britain, Australia, Japan (where they are sold under the name Wooper Rooper, and other countries.
Axolotls should not be confused with waterdogs, the larval stage of the closely related Tiger Salamanders (Ambystoma tigrinum and Ambystoma mavortium), which is widespread in much of North America which also occasionally become neotenic, nor with mudpuppies (Necturus spp.), fully aquatic salamanders which are unrelated to the axolotl but which bear a superficial resemblance.

Aye-aye


The Aye-aye (Daubentonia madagascariensis) is a strepsirrhine native to Madagascar that combines rodent-like teeth with a long, thin middle finger to fill the same ecological niche as a woodpecker. It is the world's largest nocturnal primate, and is characterized by its unique method of finding food; it taps on trees to find grubs, then gnaws holes in the wood and inserts its elongated middle finger to pull the grubs out.
Daubentonia is the only genus in the family Daubentoniidae and infraorder Chiromyiformes. The Aye-aye is the only extant member of the genus (although it is currently an endangered species); a second species (Daubentonia robusta) was exterminated over the last few centuries.

Alpaca


The Alpaca (Vicugna pacos) is a domesticated species of South American camelid developed from the wild alpacas. It resembles a sheep in appearance, but is larger and has a long erect neck as well as coming in many colors, whereas sheep are generally bred to be white and black.
Alpacas are kept in herds that graze on the level heights of the Andes of Ecuador, southern Peru, northern Bolivia, and northern Chile at an altitude of 3500 to 5000 meters above sea-level, throughout the year.
Alpacas are considerably smaller than llamas, and unlike them are not used as beasts of burden but are valued only for their fiber. Alpacas only have fleece fibers, not woolen fibers, used for making knitted and woven items much as sheeps wool is. These items include blankets, sweaters, hats, gloves, scarves, a wide variety of textiles and ponchos in South America, and sweaters, socks and coats in other parts of the world. The fiber comes in more than 52 natural colors as classified in Peru, 12 as classified in Australia and 22 as classified in America.

Tarsier


Tarsiers are prosimian primates of the genus Tarsius, a monotypic genus in the family Tarsiidae, which is itself the lone extant family within the infraorder Tarsiiformes. The phylogenetic position of extant tarsiers within the order Primates has been debated for much of the past century, and tarsiers have alternately been classified with strepsirrhine primates in the suborder Prosimii, or as the sister group to the simians (=Anthropoidea) in the infraorder Haplorrhini. Analysis of SINE insertions, a type of macromutation to the DNA, is argued to offer very persuasive evidence for the monophyly of Haplorrhini, where other lines of evidence, such as DNA sequence data, had remained ambiguous. Thus, some systematists argue that the debate is conclusively settled in favor of a monophyletic Haplorrhini.
Tarsiers have enormous eyes and long feet. Their feet have extremely elongated tarsus bones, which is how they got their name. They are primarily insectivorous, and catch insects by jumping at them. They are also known to prey on birds and snakes. As they jump from tree to tree, tarsiers can catch even birds in motion.[citation needed] Gestation takes about six months, and tarsiers give birth to single offspring. All tarsier species are nocturnal in their habits, but like many nocturnal organisms some individuals may show more or less activity during the daytime. Unlike many nocturnal animals, however, tarsiers lack a light-reflecting area (tapetum lucidum) of the eye. They also have a fovea, atypical for nocturnal animals.

Dumbo Octopus


The octopuses of the genus Grimpoteuthis are sometimes nicknamed "Dumbo octopuses" from the ear-like fins protruding from the top of their "heads" (actually bodies), resembling the ears of Walt Disney's flying elephant. They are benthic creatures, living at extreme depths, and are some of the rarest of the Octopoda species.

Frill-necked Lizard


The Frill-necked Lizard, or Frilled Lizard also known as the Frilled Dragon, (Chlamydosaurus kingii) is so called because of the large ruff of skin which usually lies folded back against its head and neck. The neck frill is supported by long spines of cartilage, and when the lizard is frightened, it gapes its mouth showing a bright pink or yellow lining, and the frill flares out, displaying bright orange and red scales. The frill may also aid in thermoregulation.
They may grow up to one metre in total length. They often walk quadrupedally when on the ground. When frightened they begin to run on all-fours and then accelerate onto the hind-legs. In Australia, the frill-necked lizard is also known as the "bicycle lizard" because of this behaviour. Males are significantly larger than females both as juveniles and when mature. The frill of the Australian frilled dragon is used to frighten off potential predators — as well as hissing and lunging. If this fails to ward off the threat, the lizard flees bipedally to a nearby tree where it climbs to the top and relies on camouflage to keep it hidden.

Narwhal


The Narwhal (Monodon monoceros) is an Arctic species of cetacean. It is a creature rarely found south of latitude 70°N. It is one of two species of white whale in the Monodontidae family (the other is the beluga whale). It is possibly also related to the Irrawaddy dolphin.
The English name narwhal is derived from the Dutch name narwal which in turn comes from the Danish narhval which is based on the Old Norse word nar, meaning "corpse." This is a reference to the animal's colour. The narwhal is also commonly known as the Moon Whale.
In some parts of the world, the Narwhal is colloquially referred to as a "reamfish."

Sucker-footed Bat


The Madagascar Sucker-footed Bat, Old World Sucker-footed Bat, or Sucker-footed Bat (Myzopoda aurita and Myzopoda schliemanni) is a species of bat in the Myzopodidae family. It is monotypic within the genus Myzopoda. It is endemic to Madagascar. It is threatened by habitat loss.

Pygmy Marmoset


The Pygmy Marmoset (Callithrix (Cebuella) pygmaea) is a monkey native to the rainforest canopies of western Brazil, southeastern Colombia, eastern Ecuador, and eastern Peru. It is one of the smallest primates, with its body length ranging from 14-16 cm (excluding the 15-20 cm tail) and the smallest monkey. Males weigh around 140 g (5 ounces), and females only 120 g (4.2 ounces).
TDespite its name, the Pygmy Marmoset is somewhat different from the typical marmosets classified in genus Callithrix. As such, it is accorded its own subgenus, which was formerly recognized as its own genus, Cebuella.
TThe Pygmy Marmoset has a tawny coat, and a ringed tail that can be as long as its body. Their claws are specially adapted for climbing trees, a trait unique to the species. They are omnivorous, feeding on fruit, leaves, insects, and sometimes even small reptiles. Much of their diet, however, comes from tapping trees for sap. Up to two-thirds of their time is spent gouging tree bark to reach the gummy sap. The Pygmy Marmoset has specialized incisors for gouging holes in bark. Unfortunately, because of its small size, and its swift movements, it is very hard to observe in the wild.
TIn captivity, the Pygmy Marmoset can live up to 11 years.

Blobfish


The blobfish (Psychrolutes marcidus) is a fish that inhabits the deep waters off the coasts of Australia and Tasmania. Due to the inaccessibility of its habitat, it is rarely seen by humans.
Blobfish are found at depths where the pressure is several dozens of times higher than at sea level, which would likely make gas bladders inefficient. To remain buoyant, the flesh of the blobfish is primarily a gelatinous mass with a density slightly less than water; this allows the fish to float above the sea floor without expending energy on swimming. The relative lack of muscle is not a disadvantage as it primarily swallows edible matter that floats by in front it.

Platypus


The Platypus (Ornithorhynchus anatinus) is a semi-aquatic mammal endemic to eastern Australia, including Tasmania. Together with the four species of echidna, it is one of the five extant species of monotremes, the only mammals that lay eggs instead of giving birth to live young. It is the sole living representative of its family (Ornithorhynchidae) and genus (Ornithorhynchus), though a number of related species have been found in the fossil record.
The bizarre appearance of this egg-laying, duck-billed mammal baffled naturalists when it was first discovered, with some considering it an elaborate fraud. It is one of the few venomous mammals; the male Platypus has a spur on the hind foot which delivers a poison capable of causing severe pain to humans. The unique features of the Platypus make it an important subject in the study of evolutionary biology and a recognizable and iconic symbol of Australia; it has appeared as a mascot at national events and is featured on the reverse of the Australian 20 cent coin.
Until the early 20th century it was hunted for its fur, but it is now protected throughout its range. Although captive breeding programs have had only limited success and the Platypus is vulnerable to the effects of pollution, it is not under any immediate threat.
via Wiki

Shoebill


The Shoebill, Balaeniceps rex also known as Whalehead is a very large bird related to the storks. It derives its name from its massive shoe-shaped bill.
The Shoebill is a very large bird, averaging 1.2 m (4 ft) tall, 5.6 kg (12.3 lbs) and 2.33 m (7.7 ft) across the wings. The adult is mainly grey, the juveniles are browner. It lives in tropical east Africa, in large swamps from Sudan to Zambia.
The Shoebill was added rather recently to the ornithological lists; the species was only discovered in the 19th century when some skins were brought to Europe. It was not until years later that live specimens reached the scientific community. The bird was known to both ancient Egyptians and Arabs however. There exist Egyptian images depicting the Shoebill while the Arabs referred to the bird as abu markub, which means one with a shoe. Clearly, this refers to the striking bill.

Yeti Crab


Kiwa hirsuta is a crustacean discovered in 2005 in the South Pacific Ocean. This decapod, which is approximately 15 cm (6 inches) long, is notable for the quantity of silky blond setae (resembling fur) covering its pereiopods (thoracic legs, including claws). Its discoverers dubbed it the "yeti lobster" or "yeti crab"[2].
K. hirsuta was discovered in March 2005 by a group organised by Robert Vrijenhoek of the Monterey Bay Aquarium Research Institute in Monterey, California, using the submarine DSV Alvin, operating from RV Atlantis[3]. The discovery was announced on the 7th of March, 2006. It was found 1,500 km (900 miles) south of Easter Island in the South Pacific, at a depth of 2,200 m (7,200 feet), living on hydrothermal vents along the Pacific-Antarctic Ridge[4]. Based on both morphology and molecular data, the species was deemed to form a new genus and family (Kiwaidae). The animal has strongly reduced eyes that lack pigment, and is thought to be blind.
The 'hairy' pincers contain filamentous bacteria, which the creature may use to detoxify poisonous minerals from the water emitted by the hydrothermal vents where it lives. Alternatively, it may feed on the bacteria, although it is thought to be a general carnivore[2]. Its diet also consists of green algae and small shrimp.
»»  READMORE...